agroforestri-sederhana-3

Agroforestri adalah suatu nama kolektif untuk sistem dan penggunaan lahan, dimana tanaman keras berkayu (pepohonan, perdu, palem, bambu, dsb) ditanam secara bersamaan dalam unit lahan yang sama dengan tanaman pertanian dan/atau ternak, dengan tujuan tertentu, dalam bentuk pengaturan ruang atau urutan waktu, dan didalamnya terdapat interaksi ekologi dan ekonomi di antara berbagai komponen yang bersangkutan.

Agroforestri adalah Suatu nama kolektif untuk sistem dan penggunaan lahan, dimana tanaman keras berkayu (pepohonan, perdu, palem, bambu, dsb) ditanam secara bersamaan dalam unit lahan yang sama dengan tanaman pertanian dan/atau ternak, dengan tujuan tertentu, dalam bentuk pengaturan ruang atau urutan waktu, dan didalamnya terdapat interaksi ekologi dan ekonomi di antara berbagai komponen yang bersangkutan.

Banyak orang yang putus asa dengan nasib yang diterimanya atau sudah kalah sebelum melakukan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Mereka tidak menyangka dengan apa yang sedang dihadapinya. Mereka lebih memilih jalan pintas yang bisa menyelesaikan permasalahannya. Tidak jarang keputusan yang diambil sangat ekstrim sampai rela melenyapkan dirinya sendiri dari kehidupan dunia. Tentu saja keputusan mereka merugikan bagi diri sendiri dan orang lain. Namun kerugian terbesar jatuh pada dirinya sendiri. Selain yang bersangkutan harus menanggung kesakitan  di dunia, mereka juga harus mengalami pesakitan yang lebih di akhirat nanti. Tentu saja tempat berakhirnya adalah neraka Jahannam. Maka berputus asa dari rahmat Allah hukumnya adalah haram. Dalam Al Qur’an al-Karim Allah berfirman:

“…Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: 87)

Ayat tersebut dengan tegas menjelaskan bahwa orang yang  berputus asa dari rahmat Allah sangat besar dosanya, sebab orang tersebut telah mengingkari, atau tidak meyakini adanya rahmat dari Allah, yang dalam ayat tersebut ditegaskan hanya orang kafirlah yang berputus asa.

Putus asa datang ketika seseorang sudah tidak lagi mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Bertubi-tubi masalah yang datang  membuat orang yang lemah imannya semakin frustasi. Mereka selalu mengeluh. Namun hal tersebut tidak terjadi pada muslim yang  kuat imannya. Mereka hadapi semua masalah yang dihadapi dengan senyuman dan hati yang tenteram. Mereka meyakini masalah yng mereka hadapi akan selesai karena ada Allah yang selalu mendampingi mereka dan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi mereka. Mereka selalu optimis menghadapi masalah yang dihadapinya dan mencari jalan keluar sesuai dengan kemampuannya. Sesuai dengan firman Allah:

“…Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az Zumar:53)

                Dalam ayat lainnya Allah berfirman:

“ Ibrahim berkata: tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.” (Al Hijr: 56)

Para ulama berpendapat bahwa untuk membebaskan diri dari sifat putus asa, maka seseorang wajib menmpatkan diri diantara khauf (takut kepada siksa Allah) dan raja’ (mengharap rahmat Allah). Tidak boleh takut yang berlebihan, sehingga berputus asa dari rahmat Allah, dan tidak boleh mengharap yang berlebihan, sehingga merasa aman dari azab Allah, dan menganggap ringan serta mempermudah melakukan kemaksiatan dan melakukan dosa-dosa besar, sehingga menjadi sesat.

Hendaknya kita sebagai manusia yang beriman selalu menjauhkan diri dari sikap putus asa. Kita harus selalu optimis dalam menjalani segala aktivitas kehidupan dan beribadah kepada Allah di dunia ini. Niatkan dalam hati kita untuk terus selalu melakukan kebaikan untuk umat. Jika menghadapai masalah yang sangat berat kita harus menghadapinya, jangan lari dari masalah yang kita hadapi. Kita harus percaya bahwa Allah selau ada di samping kita untuk membantu kita menyelesaikan permasalahan yang kita hadapai. Kita berdoa pada Allah untuk bisa selalu membimbing kita dalam menjalani kehidupan kita di dunia ini. Allah tidak akan memberikan suatu cobaan kepada kita jika  kita tidak bisa mengatasinya, Allah selau memberikan cobaan sesuai dengan kemapuan yang kita miliki. Jadikan cobaan yang kita alami sebagai ujian dalam memperbaiki kualitas diri kita sebagai seorang muslim yang tangguh.

Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Ada niat pasti ada jalan”. Ungkapan tersebut masih menyimpann kesan kita pasrah terhadapa keadaan yang ada dan cenderung diam. Kita harus merubah paradigma tersebut dengan “Aada niat maka kita yang harus membukan jalan itu”. Jadilah seorang muslim yang tangguh dan tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan yang terjadi. Be strong muslim!!!

Banyak orang yang putus asa dengan nasib yang diterimanya atau sudah kalah sebelum melakukan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Mereka tidak menyangka dengan apa yang sedang dihadapinya. Mereka lebih memilih jalan pintas yang bisa menyelesaikan permasalahannya. Tidak jarang keputusan yang diambil sangat ekstrim sampai rela melenyapkan dirinya sendiri dari kehidupan dunia. Tentu saja keputusan mereka merugikan bagi diri sendiri dan orang lain. Namun kerugian terbesar jatuh pada dirinya sendiri. Selain yang bersangkutan harus menanggung kesakitan  di dunia, mereka juga harus mengalami pesakitan yang lebih di akhirat nanti. Tentu saja tempat berakhirnya adalah neraka Jahannam. Maka berputus asa dari rahmat Allah hukumnya adalah haram. Dalam Al Qur’an al-Karim Allah berfirman:

“…Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: 87)

Ayat tersebut dengan tegas menjelaskan bahwa orang yang  berputus asa dari rahmat Allah sangat besar dosanya, sebab orang tersebut telah mengingkari, atau tidak meyakini adanya rahmat dari Allah, yang dalam ayat tersebut ditegaskan hanya orang kafirlah yang berputus asa.

Putus asa datang ketika seseorang sudah tidak lagi mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Bertubi-tubi masalah yang datang  membuat orang yang lemah imannya semakin frustasi. Mereka selalu mengeluh. Namun hal tersebut tidak terjadi pada muslim yang  kuat imannya. Mereka hadapi semua masalah yang dihadapi dengan senyuman dan hati yang tenteram. Mereka meyakini masalah yng mereka hadapi akan selesai karena ada Allah yang selalu mendampingi mereka dan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi mereka. Mereka selalu optimis menghadapi masalah yang dihadapinya dan mencari jalan keluar sesuai dengan kemampuannya. Sesuai dengan firman Allah:

“…Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az Zumar:53)

                Dalam ayat lainnya Allah berfirman:

“ Ibrahim berkata: tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.” (Al Hijr: 56)

Para ulama berpendapat bahwa untuk membebaskan diri dari sifat putus asa, maka seseorang wajib menmpatkan diri diantara khauf (takut kepada siksa Allah) dan raja’ (mengharap rahmat Allah). Tidak boleh takut yang berlebihan, sehingga berputus asa dari rahmat Allah, dan tidak boleh mengharap yang berlebihan, sehingga merasa aman dari azab Allah, dan menganggap ringan serta mempermudah melakukan kemaksiatan dan melakukan dosa-dosa besar, sehingga menjadi sesat.

Hendaknya kita sebagai manusia yang beriman selalu menjauhkan diri dari sikap putus asa. Kita harus selalu optimis dalam menjalani segala aktivitas kehidupan dan beribadah kepada Allah di dunia ini. Niatkan dalam hati kita untuk terus selalu melakukan kebaikan untuk umat. Jika menghadapai masalah yang sangat berat kita harus menghadapinya, jangan lari dari masalah yang kita hadapi. Kita harus percaya bahwa Allah selau ada di samping kita untuk membantu kita menyelesaikan permasalahan yang kita hadapai. Kita berdoa pada Allah untuk bisa selalu membimbing kita dalam menjalani kehidupan kita di dunia ini. Allah tidak akan memberikan suatu cobaan kepada kita jika  kita tidak bisa mengatasinya, Allah selau memberikan cobaan sesuai dengan kemapuan yang kita miliki. Jadikan cobaan yang kita alami sebagai ujian dalam memperbaiki kualitas diri kita sebagai seorang muslim yang tangguh.

Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Ada niat pasti ada jalan”. Ungkapan tersebut masih menyimpann kesan kita pasrah terhadapa keadaan yang ada dan cenderung diam. Kita harus merubah paradigma tersebut dengan “Aada niat maka kita yang harus membukan jalan itu”. Jadilah seorang muslim yang tangguh dan tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan yang terjadi. Be strong muslim!!!

Aku adalah sampah.Aku ada dimana-mana.Aku dihasilkan dari perbuatan mahluk hidup di dunia ini.Aku memilik berbagai macam bentuk,ada organik dan anorganik,ada basah dan ada kering.Terkadang Aku dapat dimanfaatkan lagi,tapi terkadang Aku tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Aku dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan harus dibersihkan,tapi bagi sebagian orang Aku dianggap sebagai mata pencaharian.Aku emang kotor dan membawa berbagai macam penyakit.Walaupun Aku seperti itu,Aku sering dibiarkan begitu saja.Hanya sedikit yang memperhatikan keberadaanku.Mereka yang memeperhatikanku begitu peduli,karena mereka sadar keberadaan diriku yang diatur dapat menyebabkan kerugian bagi mereka sendiri.Tapi bagiku,Aku henya menunggu tindakan mereka.Mereka yang mengabaikanku merasakan akibatnya ketika bencana dating.Mereka menmyalahkan diriku,seolah-olah hanyalah diriku yang salah.Padahal bukan Aku yang salah.

Aku sebenarnya mempunyai rumah.Rumahku ada berbagai bentuk.Aku tinggal di rumah sementaraku.Rumah permanenku ada di sebuah tempat pembuangan akhir.Disana Aku adalah suatu tumpukan raksasa.Aku menunggu tindak lanjut mereka terhadap diriku. Apakah Aku dimanfaatkan lgi atau dimusnahkan. Aku suka dimanfaatkan untuk menjadi barang hasil daur ulang dan menjadi bentuk baru.Selain itu,Aku juga suka dijadikan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.Namun,jika Aku dimusnahkan,Aku hanya akan menjadi sebuah abu yang terbang terbawa angin  dan menyatu dengan tanah setelah merasakan panasnya api dunia.Aku sangat bersyukur kepada mereka yang menempatkan diriku di rumahku.Aku merasa senang karena tidak mengotori lingkungan mereka.Tetapi hatiku hancur dan menangis ketika Aku tidak pada rumahku.Aku merasa ketakutan,ketika tak mendapat perlindungan.Aku sering disangka sebagai pelaku utama masalah kerusakan lingkungan.Padahal bukan Aku yang salah.

Aku takut ketika musim hujan tiba.Bila Aku berada di dalam rumah,Aku jelas terlindung dari dinginnya air hujan.Ketika Aku berada di luar rumah,Aku tak terlindungi dari dinginnya air hujan.Aku yang lemah tak berdaya terbawa begitu saja oleh derasnya air hujan hingga ku jatuh kedalam selokan.Aku terombang-ambing dengan penuh ketidakpastian.Air membawa ku ke sungai besar.Aku yang bertubuh besar tidak bias melewati celah-celah yang sempit.Akibatnya meluap keluar dari sungai dan merendam daratan yang lebih tinggi,tempat mereka tinggal.

Suasana kepanikan menghiasi hari itu ketika Aku merendam daratan.Mereka sibuk menyelamtkan diri dan barang-barang mereka.Hilir kesibukan berduyun-duyun di lahan becek.Kericuhan terjadi saat bantuan dating.Mereka berrebut untuk mendapatkan yang terbaik.Tubuh kecil renta terabaikan ditengah ekrusuhan pembagian bantuan.aling menghormati dan kasih saying seakan hilang. Gembar-gembor berita menyebutkan,banjir disebabkan tumpukan sampah yang menyumbat pintu air sehingga air meluap.Lagi-lagi Aku yang disalahkan.Padahal bukan Aku yang salah.

Banjir telah reda.Tersisa Aku dan lumpur mengotori rumah mereka.Segera mereka membersihkan rumahnya.Berbagai cara dilakukan supaya rumah cepat bersih demi mengistirahatkan tubuh di dalam kenyamanan.Perlahan mereka sadar.Mereka berfikir bahwa diriku perlu diperhatikan.Akhirnya salah satu dari mereka mengajak yang lainnya untuk menyediakan rumah bagiku dan melarang menelantarkan diriku begitu saja.Mereka bahu-membahu menata lingkungannya.Hasilnya, peristiwa kelam itu tak pernah terjadi lagi.Raut ceria merona di pipi mereka.Kesehatan mereka semakin membaik,begitu pun lingkungannya.Inilah yang kuharapkan.Sudah seharusnya Aku diperhatikan bukan ditelantarkan,karena sesungguhnya bukan Aku yang salah.

Perlakukanlah diriku dengan semestinya,dengan begitu Aku tak akan menyusahkamu.ebaliknya Aku akan memberikan kenyamanan bagimu.Aku berguna bagimu.Jangan menelantarkanku,jika tidak ingin merasakan akibatnya,karena sesungguhnya bukan Aku yang salah…

Kulit buah (pod) kakao adalah bagian mesokarp atau bagian dinding buah kakao, yang rnencakup kulit terluar sampai daging buah sebelurn kumpulan biji. Kulit buah kakao rnerupakan bagian terbesar dad kulit buah kakao (75,52 % dari buah kakao segar). Setiap tahun produksi biji kakao meningkat lni mengakibatkan sernakin meningkatnya kulit buah kakao yang terbuang. Pada tahun 1997 diperkirakan jumlah kulit buah kakao yang terbuang sekitar 3.270.991 ton (hasil komrersi dari data Dirjen Perkeb~n~i1l;9 96).

jkkkkkkkkkkkknbdasbgbacsdghsagfrefgbdbfdvdjbfnsdbchdbf

sumber: repository ipb

Purwasari villagers can now feel relieved as the area is currently included as one of the villages around the Darmaga campus of IPB. This means that the difficulties experienced by the villagers related to animal feed, lack of market for leading products, environmental hygiene and productivity can easily get attention and solutions from IPB.

Vice Head of the Community Service Division of LPPM IPB, Dr. Prastowo said that IPB will facilitate Purwasari residents who have difficulties or problems related to agriculture. He also said that IPB is ready to help market the excellent products of Purwasari Village, as particularly IPB has a means of packaging or packaging house to increase the selling price of a product with good packaging. IPB will also help with the food quality and safety. His statements got a response from the PKK of Purwasari Village, reporting that the sweet potato snack, which is the village’s excellent product, is of poor marketing.

Responding to the farmer group who complained about the feed for rabbits and shrimp, Dr. Prastowo promises that in the near future his team will invite farmer groups of Purwasari village to meet with agricultural experts of IPB to find solutions and increase agricultural yields in Purwasari Village. He hopes that the communication of IPB with the villages around the campus can continue in order to build partnerships and eventually self-reliance. This was expressed during the Friday Tour, on 16/9. (Mtd)

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

kalender
February 2015
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
komentar terbaru
kategori baru
Badge Image-IPB